Gubernur Olly Proteksi 32 Ribu Pelsus dan 3 Ribu Pendeta Dengan Jaminan Asuransi Perkasa

HomeDaerah

Gubernur Olly Proteksi 32 Ribu Pelsus dan 3 Ribu Pendeta Dengan Jaminan Asuransi Perkasa

Minahasa – Perhatian Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey kepada para tokoh agama, kembali diwujudkan dengan memberikan jaminan asur

Hadiri Natal KKT Sulut, YSK Dendangkan Lagu Toraja
1203 Wisudawan Unsrat Terima Wejangan Rektor dan Gubernur Sulut
Wagub Kandouw dan Penatua Rio Larut Dalam Semarak Selebrasi Paskah Pemuda GMIM 2024

Minahasa – Perhatian Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey kepada para tokoh agama, kembali diwujudkan dengan memberikan jaminan asuransi Perkasa yang merupakan gagasan kerja sama dengan BP Jamsostek.
Untuk tahun 2024 ini, kepesertaan untuk 32 ribu pelayan khusus (pelsus) dan 3 ribuan pendeta.

Hal ini memberikan manfaat langsung kepada peserta, yakni pada saat Covid-19, mendapat tunjangan. Demikian juga ketika El Nino, peserta dapat tunjangan. Ini merupakan program satu-satunya di NKRI. Karena di tempat lain masih studi banding, tetapi Sulut sudah jalan selama 5 tahun,” ungkap Gubernur Olly saat menghadiri Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru Agama (KKPGA) GMIM Rayon Minahasa, di Gedung Wale Ne Tou Minahasa Tondano, Selasa (09/01/2024) lalu.

Gubernur menyampaikan kepada seluruh tokoh agama yang hadir, bahwa seluruh pekerja sosial keagamaan, dapat merasakan manfaatnya. Karena asuransi tersebut, mencakup kecelakaan kerja dan kematian.
“Manfaat akan diraskan oleh keluarga, makanya program ini harus disampaikan, agar Pelsus tahu persis. Karena program ini, sifatnya asuransi yang memproteksi. Jadi anak-anak yang ditinggalkan nanti, dapat lanjut sekolah. Karena program disiapkan untuk yang hidup,” sebut Olly.

Olly juga mengingatkan para pelsus untuk sama-sama menjaga keutuhan organisasi GMIM.
“Jaga kelembagaan, tidak mementingkan kepentingan pribadi. Pelsus dan Pendeta harus jaga organisasi GMIM dengan baik. Bagaimana GMIM sudah berjalan dengan track yang ditentukan. Bahkan menjaga kerja sama yang baik antara pemerintah dan gereja,” jelasnya.

Kalau kembali direfleksi, rinci Olly, para Pendeta dan Guru Agama sebagai pembawa firman dan saluran berkat bagi jemaat di lingkup GMIM, maka ini menjadi tugas bersama, sehingga GMIM menjadi tonggak penjaga di pintu gerbang Asia Pasifik.
Apalagi kerja sama dengan geraja di luar negeri saat ini, sudah mulai berdampak positif,” sebutnya.

Khusus untuk pembangunan Christian Center, Olly juga menyampaikan akan kembali dilanjutkan, setelah adanya kucuran bantuan dari pusat.


Pembangunan Christian Center dengan dana Rp160 Miliar, kembali akan dilanjutkan, karena tidak mungkin berharap APBD, karena anggaran memang defisit. Tetapi ada mujizat, karena Menkeu memberikan kucuran dana sehingga pekerjaan dapat dilakukan,” katanya.

Di akhir arahannya, Olly mengajak pemimpin umat untuk saling mendukung program agar dapat dijalankan.
“Untuk terus bersinergi dan bergotong royong membangun Bumi Nyiur Melambai,” pungkasnya. (Adv)

COMMENTS

DISQUS: 0