HomeDaerah

Wagub Kandouw: Ekspansi Kerjasama Dagang Antar Daerah Mulai Gairahkan Perekonomian Sulut/

Metroinfo.id,Jatim- Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw menghadiri kegiatan Capacity Building TPID se-Sulawesi Utara dan Penandatanganan Kerj

Pemprov, BSG dan Taspen Peduli Ketersediaan Hunian Bagi ASN/
Semarak Pengucapan Syukur Minahasa di Taman God Bless Dihadiri Gubernur YSK
Rektor Unsrat Motivasi Mahasiswa KIP-Kuliah, Anggota Komisi IX DPR-RI Dorong Penambahan Kuota
Metroinfo.id,Jatim- Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw menghadiri kegiatan Capacity Building TPID se-Sulawesi Utara dan Penandatanganan Kerjasama Antara Daerah (KAD) Sulawesi Utara – Jawa Timur, yang diselenggarakan di Kota Malang, pada tanggal 15-17 February 2023.
Pada kesempatan ini, Wagub Kandouw menyatakan bahwa ekspansi kerjasama dagang antar provinsi mulai terlihat. “Hasilnya kerjasama ini mulai menggairahkan pemulihan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara,” Wagub Kandouw yang juga diketahui sebagai mantan Ketua DPRD Sulut.
Wagub mengatakan, walaupun kita tiga besar pengendalian inflansinya, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Kita harus perbaiki kekurangan kita.
“Saya senang ada roll model, kita boleh belajar testimoni dari Malang ini, bagaimana BUMD proaktif dalam penanggulangan inflansi,” ungkap  Wagub.
Wagub juga menyentil soal inflansi tinggi di Negara Turki yang mencapai 60 persen, di mana negaranya dilanda gempa. Karena Presiden Turki Edrogan menerapkan kebijakan suku bunga rendah. Di mana masyarakat dipaksa untuk saling berbelanja tidak perlu impor. Itu teorinya dia. Tapi belum terbukti.
“Kalau kita (Indonesia) suku bunga fluktuatif untuk menjaga inflansi. Karena ini sudah menjadi kebijakan pemerintah, kita harus jaga. Sebab teorinya sudah terbukti,” ungkap Wagub.
Alhamdulillah kata Wagub, di Sulut inflansi masih aman. Tapi Manado dan Kotamobagu inflansinya 4 dan 6 persen. Ini tanda awas. Jangan sampai merembet ke daerah lain.
“Saya percaya, di mana ada usaha di situ ada jalan. Termasuk hari ini kita mengikuti kegiatan capacity building TPID Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Hal ini nampak jelas dengan adanya kerjasama antara pengusaha VCO dan Gula Aren bekerjasama dengan pengusaha beras dan telur ayam di Jawa Timur. Tentunya akan berdampak multiplier effect bagi pengusaha dan pekerja di daerah Sulut.
Dari data yang diperoleh, salah satu bentuk kerjasama antar daerah melibatkan dua perusahaan yakni PT Phalosari dengan CV Rengas Jaya tentang kerjasama dalam penyediaan daging ayam. Selain itu ada juga perjanjian yang melibatkan PT Gloria Blessindo dan CV Sumber Pangan dengan nilai cukup fantastis mencapai 17,1 miliar rupiah dengan kuantitas sekitar 125 ribu kilogram.(*/old)

COMMENTS

DISQUS: 0